AMPANA, UPDATE HARIAN — Jelang Hari Raya Idul Adha 1445 H, Warga Kelurahan Uemalingku, Kecamatan Ratulindo Kabupaten Tojo Una-Una dan sekitarnya, sepekan terakhir mengalami krisis air bersih, untuk kebutuhan rumah tangga.
Hal itu terjadi bukan karena kekeringan, namun karena ganguan layanan dari PDAM Ampana.
“Air PDAM mati biasanya mengalir hanya waktu-waktu tertentu tapi sedikit dan airnya pun berwarna coklat, Air untuk dipakai nyuci muka saja susah pak! Jadi mau tidak mau kami harus ambil air di sungai terdekat, karena untuk kebutuhan kami, apalagi besok lebaran Idul Adha” ucap warga Rian pada media ini Minggu (16/6).
Pantauan media di lokasi, untuk mendapatkan air bersih warga terpaksa berbondong-bondong mengambil Air di sungai Uemalingku. Warga menggali lubang mata air di tepi sungai, kemudian Air di tampung mengunakan Jergen, maupun Gelon.
PDAM Ampana sebelumnya menyebut gangguan terhadap pelanggan disebabkan rusaknya bendungan Saluaba usai di terjang banjir.
“Informasi bagi pelanggan PDAM sebagian Ampana Kota dan Kecamatan Ratulindo, akibat dari banjir besar kemarin sore mengakibatkan satu bendungan imtek di sungai ampana mengalami hanyut, dan patah, sehingga air tidak masuk ke imtek, tapi akan diupayakan hari ini bendung manual sementara,” jelas salah satu petugas yang dikutip media ini.
Kemudian Warga berharap PDAM Ampana segera menangani masalah krisis air ini, karena air merupakan sumber utama kehidupan, terutama untuk minum, masak, nyuci dan lain lain, pungkas warga.












