Scroll untuk baca artikel
PolitikSosok dan Selebriti

Survei SDI: Elektabilitas Rusdy Mastura Masih Unggul

×

Survei SDI: Elektabilitas Rusdy Mastura Masih Unggul

Sebarkan artikel ini
Survei SDI menunjukkan Elektabilitas Rusdy Mastura Masih Unggul
Survei SDI menunjukkan Elektabilitas Rusdy Mastura Masih Unggul

PALU, UPDATE HARIAN — Lembaga Survei Skala Data Indonesia (SDI) merilis hasil survei yang menunjukkan elektabilitas dari Gubernur Sulteng saat ini Rusdy Mastura pada Pilkada 2024 mendatang masing unggul dibandingkan dengan Ahmad Ali dan Anwar Hafid.

Berdasarkan hasil Survei Dinamika Pemilihan Gubernur di Provinsi Sulawesi Tengah itu yang digelar sejak tanggal 1 Mei 2024 hingga 10 Mei 2024, menunjukkan bahwa elektabilitas Rusdy Mastura mendapatkan presentase 15,1 persen.

Advertising
Contact Us

Sedangkan elektabilitas Ahmad Ali hanya 11 persen dan Anwar Hafid 9,4 persen. Adapun tokoh-tokoh lainnya berada di bawah 5 persen.

Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia Arif Nurul Imam mengatakan bahwa survei tersebut dilaksanakan dengan metode wawancara tatap muka langsung, dengan responden sebanyak 800 orang dan margin off error kurang lebih 3,46 persen.

“Survey ini memotret banyak hal, mulai dari tingkat kepuasan publik, masalah yang menjadi perhatian masyarakat dan termasuk persaingan elektoral jelang pilgub,” ujarnya.

Hasil survei pemerintahan Rusdy Mastura 52,2 persen, untuk isu yang menjadi perhatian masyarakat adalah kemiskinan, harga kebutuhan pokok, infrastruktur, KKN dan pengangguran.

Baca Juga  LMND Palu: Pilih Pemimpin Pro Rakyat

“Kami juga menyoroti terkait masalah money politik (politik uang) yang mana 22 persen responden akan terpengaruh. Sedangkan, 44 persen lainnya menyatakan tidak terpengaruh,” katanya.

Arif juga meyakini bahwa Rusdy Mastura masih memiliki modal besar untuk memenangkan pertarungan di Pilkada nanti.

“Karena itu, petahana Rusdy Mastura jika maju kembali memiliki modal besar untuk memenangkan pertarungan dalam pilgub nanti, dan bersaing dengan Ahmad Ali dan Anwar Hafid,” jelasnya.

Sementara itu, jumlah pemilih yang menyatakan belum memiliki pilihan sebesar 23,3 persen sedang yang menjawab tidak tahu sebesar 36 persen.

Artinya, kata Arif, masih banyak pemilih yang belum memiliki pilihan pasti, sehingga bisa menjadi ladang perebutan suara untuk para kandidat.