PALU, UPDATE HARIAN — Akademisi sekaligus Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu, Dr. Nasir Mangngasing, M.Si menilai adanya persaingan sengit antara tiga kandidat kuat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dalam Pilkada November mendatang.
Tiga kandidat kuat tersebut antara lain Anwar Hafid dan Reni Lamajido, Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri (AKA) serta Rusdi Mastura.
Menurut Dr. Nasir ketiga kandidat ini adalah putra-putri terbaik Sulawesi Tengah yang memiliki basis massa yang riil.
Meskipun Rusdi Mastura sebagai Gubernur Incumbent di Sulawesi Tengah dan memiliki kekuatan politik yang signifikan di daerah tersebut, namun Dr. Nasir mengingatkan dinamika politik bisa berubah sewaktu-waktu.
“Politik tidak bisa dihitung seperti matematika,” ujar Ketua STIA Pembangunan Palu Dr. Nasir.
Nasir juga menyoroti partisipasi masyarakat yang mulai jenuh dengan frekuensi Pilkada yang semakin tinggi.
Ia mencatat beberapa penyebabnya dikarenakan faktor kekuasaan, intervensi pusat, dan kekuatan uang sering kali mendominasi Pilkada, menggeser perhatian dari elektabilitas, moralitas, dan kapasitas kandidat.
Menurutnya, siapa yang akan mendapatkan dukungan partai menjadi faktor penentu dalam kontestasi Pilkada Sulawesi Tengah ini.
“Untuk sementara ini saya lihat masih Rusdy Mastura yang kuat karena basisnya jelas di Kabupaten Donggala, Sigi, Parimo dan Kota Palu tetapi kalau di luar empat wilayah itu Rusdy Mastura harus mengambil pasangan paling tidak dari Banggai atau tetap berpasangan dengan wakil gubernur yang sekarang Ma’mun Amir, dengan begitu mereka bisa menjadi kuat,” ujarnya.
Ketiga calon memiliki klaim kuat terhadap basis pendukung masing-masing. Anwar Hafid dan Reni Lamajido, Ahmad Ali dan AKA, serta Rusdi Mastura memiliki peluang yang hampir seimbang dalam persaingan ini.
“Situasi Pilkada di Sulteng akan tegang,” ujar Dr. Nasir, memperkirakan bahwa ketiga kandidat ini akan terus berjuang keras hingga akhir.
Pilkada di Sulawesi Tengah diprediksi akan berlangsung sengit dan menarik perhatian banyak pihak.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertempuran politik di Sulawesi Tengah belum berakhir, dan masyarakat akan terus memantau perkembangan yang ada.
“Yang menentukan adalah partainya,” tutup DR Nasir, menggambarkan ketidakpastian yang masih menyelimuti Pilkada serentak ini.












