Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Kabupaten Sigi Bebas Penyakit Frambusia

×

Kabupaten Sigi Bebas Penyakit Frambusia

Sebarkan artikel ini
Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta (tengah) didampingi Kadis Kesehatan Sigi dr Trieko Stefanus Larope saat mengikuti penilaian eradikasi frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), beberapa waktu lalu di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kab. Sigi.
Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapatta (tengah) didampingi Kadis Kesehatan Sigi dr Trieko Stefanus Larope saat mengikuti penilaian eradikasi frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), beberapa waktu lalu di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Kota, Kab. Sigi.

SIGI, UPDATEHARIAN.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memastikan bahwa tidak ada kasus penyakit Frambusia di wilayah tersebut dalam enam bulan terakhir.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter dan hasil laboratorium di puskesmas dan rumah sakit bahwa di Kabupaten Sigi tidak ada kasus Frambusia, ” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi dr Trieko Stefanus Larope di Bora, Sabtu.

Advertising
Contact Us

Trieko menjelaskan bahwa Frambusia adalah penyakit kulit menular kronis yang kerap kali kambuh dan umum terjadi di masyarakat.

“Terkait penyakit Frambusia, Dinkes Sigi kemarin sudah mengikuti assesment atau penilaian eradikasi Frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan hasil penilaian Kemenkes, tidak ditemukan adanya kasus Frambusia di Kabupaten Sigi.

“Salah satu syarat untuk eradikasi Frambusia adalah dalam 6 bulan tidak terdapat kasus Frambusia baik di puskesmas dan Rumah sakit di Kabupaten Sigi,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menekankan pentingnya evaluasi penanganan penyakit Frambusia sebagai langkah pengendalian dan pemberantasan penyakit menular tersebut di Kabupaten Sigi oleh Kemenkes RI.

Baca Juga  KRAK Sulteng Bakal Laporkan PT. SIGI BERKAT MANDIRI ke Kejaksaan Tinggi!

“Tentunya untuk mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan ini sehingga dibutuhkan ketersediaan data dan informasi yang akurat dalam mendukung pengambilan keputusan dan penyusunan perencanaan program yang tetap guna,” ujarnya.

Ia juga menyatakan bahwa penilaian yang dilakukan oleh Kemenkes ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pencegahan serta penanganan Frambusia di wilayah tersebut.

“Jadi eradikasi Frambusia ini adalah upaya pembasmian berkelanjutan guna menghilangkan Frambusia secara permanen di suatu daerah sehingga tidak menjadi masalah kesehatan di masa mendatang,” tuturnya.