Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Sektor Keuangan Sulteng Triwulan I Stabil

×

Sektor Keuangan Sulteng Triwulan I Stabil

Sebarkan artikel ini
Kepala OJK Sulteng Triyono Raharjo
Kepala OJK Sulteng Triyono Raharjo

Palu, UPDATE HARIAN — Kinerja Sektor Keuangan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat tetap terjaga stabil dengan pertumbuhan yang positif hingga triwulan I 2024.

Kepala OJK Sulteng Triyono Raharjo di Palu, Minggu, mengatakan kondisi industri jasa keuangan di wilayah Sulteng hingga triwulan I 2024 tetap stabil dengan kinerja yang positif, likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga.

Advertising
Contact Us

“Perkembangan industri perbankan, industri keuangan non-bank dan pasar modal di Sulawesi Tengah tumbuh positif seiring kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen yang dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

OJK mencatat pada posisi triwulan I 2024, seluruh indikator perbankan mengalami pertumbuhan positif double digit secara year-on-year (yoy) dengan posisi aset perbankan tercatat tumbuh sebesar 15,26 persen mencapai Rp69,49 triliun pada Maret 2024, dari Rp60,28 triliun pada Maret 2023.

Selanjutnya, dana pihak ketiga (DPK) sampai pada Triwulan I tumbuh positif sebesar 12,50 persen, dari Rp31,11 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp35,00 triliun pada Maret 2024.

Baca Juga  LMND Sulteng: Pilkada Jangan Jadi Ritual

Sedangkan untuk kredit perbankan tumbuh sebesar 17,15 persen, dari Rp45,18 triliun pada Maret 2023 menjadi Rp52,93 triliun pada Maret 2024 dengan kualitas kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang tetap terjaga di angka 1,64 persen.

“Kinerja perbankan syariah mengalami peningkatan dengan nilai aset tercatat Rp3,14 triliun atau tumbuh sebesar 16,30 persen,” ujar Triyono.

Sementara itu, pembiayaan syariah sampai pada triwulan I juga masih menunjukkan tren positif dengan tumbuh sebesar 76,24 persen menjadi Rp2,82 triliun.

Pihaknya juga menyampaikan perbankan terus berkomitmen untuk terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diwujudkan dalam peningkatan penyaluran kredit kepada UMKM.

Pada posisi Februari 2024, penyaluran kredit UMKM sebesar Rp16,60 triliun atau tumbuh 16,90 persen dengan kualitas NPL yang masih terjaga sebesar 2,89 persen atau masih di bawah batas 5 persen.