Scroll untuk baca artikel
Headline

Abrasi Sungai Tambua, Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Poso dan 6 Hektar Lahan Masyarakat Terancam

×

Abrasi Sungai Tambua, Jembatan Penghubung 2 Kecamatan di Poso dan 6 Hektar Lahan Masyarakat Terancam

Sebarkan artikel ini
Kondisi Abrasi Sungai Tambua (20/03). Sumber: Kepala Desa Alitupu, Yoyakim Soli
Kondisi Abrasi Sungai Tambua (20/03). Sumber: Kepala Desa Alitupu, Yoyakim Soli

POSO, UPDATEHARIAN.COM – Abrasi yang terjadi di Sungai Tambua, yang mengalir di wilayah Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, semakin mengkhawatirkan. Jembatan yang menghubungkan dua kecamatan, yaitu Lore Utara dan Lore Timur, kini terancam rubuh akibat terkikisnya tanah di sekitar jembatan oleh aliran sungai. Tak hanya infrastruktur, sekitar 6 hektar lahan pertanian milik warga pun berada dalam ancaman, dengan tanaman kopi, coklat, dan durian yang menjadi komoditas utama masyarakat setempat terancam terkikis.

Menurut Kepala Desa Alitupu, Yoyakim Soli, lokasi jembatan tersebut terletak di perbatasan Desa Alitupu dengan Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara. Abrasi yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini kian parah, terutama akibat curah hujan tinggi di kawasan tersebut.

Advertising
Contact Us

“Pengikisan tanah sudah terjadi sejak dua tahun yang lalu. Setiap hari ada tanaman masyarakat yang hilang karena tergerus air. Sekarang, dengan curah hujan yang sangat tinggi di kawasan Napu, ancamannya semakin nyata,” ungkap Yoyakim.

Baca Juga  Kejaksaan Negeri Buol Gelar Ekspose Permintaan Pendampingan Hukum/Legal Assistance

Sungai yang dikenal dengan nama Sungai Lariang atau Sungai Tambua di Napu ini menjadi penyebab utama kerusakan. Masyarakat setempat khawatir jika jembatan tersebut putus, maka akses penghubung antara dua kecamatan tersebut akan terputus, berdampak buruk pada mobilitas dan perekonomian warga.

Pada bulan lalu, tim dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Poso telah meninjau lokasi tersebut. Menurut Yoyakim, pihak Dinas PU menyatakan bahwa mereka akan melakukan perbaikan pada tahun ini. Namun, upaya ini masih terganjal dengan kondisi lahan yang semakin tergerus setiap harinya.

Sebagai bentuk upaya mitigasi, Pemerintah Desa Alitupu telah mengusulkan perbaikan jembatan, tanggul penahan abrasi serta normalisasi sungai, meskipun saat ini proses tersebut masih menunggu realisasi dari pemerintah daerah.

“Kami sudah mengusulkan perbaikan beberapa waktu lalu, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami berharap agar segera ada perhatian dan tindakan dari pihak terkait,” ujar Yoyakim.

Kehilangan lahan pertanian yang subur menjadi kekhawatiran utama bagi warga. Tanaman kopi, coklat, dan durian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat kini terancam hilang jika abrasi terus berlangsung. Masyarakat setempat berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki infrastruktur yang ada dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

Baca Juga  Pengikisan Lahan Akibat Luapan Sungai Pendolo Ancam Perkebunan Warga

Kondisi ini menggambarkan urgensi dari penanganan abrasi yang semakin mendesak di wilayah tersebut. Tanpa tindakan cepat, ancaman terhadap jembatan penghubung dan lahan pertanian warga akan berlanjut, memperburuk kondisi sosial dan ekonomi di kawasan Lore Utara dan Lore Timur.