Scroll untuk baca artikel
EkonomiHeadline

Ekonomi Sulteng Tumbuh 11,91 Persen

×

Ekonomi Sulteng Tumbuh 11,91 Persen

Sebarkan artikel ini
PT Gunbuster Nickel Indoensia di provinsi Sulteng
PT Gunbuster Nickel Indoensia di provinsi Sulteng

PALU, UPDATE HARIAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini mencapai 11,91% pada tahun 2023. Lonjakan ini ditunjang oleh sektor industri pengolahan yang melonjak 21,26%, sektor penyediaan akomodasi dan makanan minuman yang meningkat 10,12%, serta sektor pertambangan dan penggalian yang naik sebesar 8,67%.

Dari sisi kontribusi lapangan usaha, sektor industri pengolahan memberikan sumbangan terbesar dengan 40,37%, diikuti oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,77%, lalu sektor pertambangan dan penggalian yang berkontribusi 15,3%.

Advertising
Contact Us

Sektor administrasi pemerintahan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, diikuti oleh sektor konstruksi dan sektor pengadaan listrik. Namun, sektor jasa keuangan dan asuransi mengalami kontraksi terdalam sebesar 6,1%, diikuti oleh industri pengolahan yang turun 4,23%.

Fakta ini menunjukkan bahwa sektor pertambangan, khususnya nikel, memiliki peran besar dalam mendorong perekonomian Sulawesi Tengah. Wilayah ini memang kaya akan nikel dan menjadi salah satu motor penggerak ekspor serta ekonomi daerah. Pada periode Januari – Agustus 2022, BPS mencatat nilai ekspor nikel mencapai US$ 3,59 miliar.

Baca Juga  Kabag Ops Polres Tojo Una-una Siap Amankan Debat Paslon Pilkada 2024

Salah satu perusahaan dengan smelter besar di Sulawesi adalah PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI). Melalui smelter nikel di Morowali Utara, Sulawesi Tenggara, kehadiran PT GNI memberikan efek ganda.

Melalui komoditas ini, PT GNI turut meningkatkan nilai ekspor, dengan produk Nickel Pig Iron (NPI) yang diekspor ke berbagai negara, salah satunya Tiongkok. NPI ini kemudian diolah menjadi baja antikarat yang digunakan pada peralatan industri, otomotif, dan alat rumah tangga.

Berdasarkan catatan BPS, nilai ekspor Sulawesi Tengah mencapai US$ 19,38 miliar sepanjang tahun 2023, naik 1,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hilirisasi nikel menjadi sektor unggulan dan kebanggaan Indonesia, dengan nilai ekspor hasil hilirisasi bisa mencapai Rp 500 triliun.

Meroketnya nilai ekspor nikel hasil hilirisasi ini tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga meningkatkan penerimaan negara dari pajak perusahaan, pajak penghasilan karyawan, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sebelum ada hilirisasi, pada periode 2017-2018, Kementerian Investasi atau BKPM mencatat nilai ekspor bijih nikel Indonesia hanya mencapai US$3,3 miliar.