Scroll untuk baca artikel
Headline

Puluhan Mahasiswa Tojo Una-una Gelar Aksi Demontrasi Tepat di Hari Pelantikan DPRD : Desak Perubahan

×

Puluhan Mahasiswa Tojo Una-una Gelar Aksi Demontrasi Tepat di Hari Pelantikan DPRD : Desak Perubahan

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Gelar Aksi Demontrasi di Depan Kantor DPRD Touna. FOTO: IST
Mahasiswa Gelar Aksi Demontrasi di Depan Kantor DPRD Touna. FOTO: IST

Touna, UPDATEHARIAN.COM – Puluhan mahasiswa dari Universitas Tadulako II (Dua) Tojo una-una melancarkan aksi demonstrasi didepan Pintu Kantor DPRD Touna Senin (26/8/2024) Sekitar Pukul 16:00 wita.

Aksi tersebut dipicu ketidakpuasan mahasiswa dari beberapa isu penting, termasuk Putusan Mahkama Konstitusi (MK ) dan pengesahaan RUU Pilkada.

Advertising
Contact Us

Namun Aksi ini menjadi Sorotan Publik, Sebab bertepatan dihari pelantikan 25 anggota DPRD yang baru saja terpilih.

Pantauan Media di lokasi, terlihat Para mahasiswa membawa spanduk-spanduk dengan pesan tertulis “Jangan Sampai Anggota DPRD Baru Berafiliasi dengan Kejahatan,” mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap potensi penyalahgunaan kekuasaan oleh anggota DPRD yang baru.

Salah satu orator, Wahyu dalam orasinya, meminta agar DPRD Touna secara aktif mengawal putusan MK dan menolak pengesahan RUU Pilkada yang dianggap bisa merusak sistem demokrasi.

“Kami tidak bisa menerima keputusan yang mengabaikan suara rakyat. Kami meminta agar keputusan ini ditinjau kembali oleh DPRD,” tegas Wahyu.

Wahyu juga mengecam anggota DPRD yang baru terpilih, mengingatkan mereka untuk tidak hanya pasif dan menyaksikan perkembangan politik yang dianggap merugikan masyarakat.

Baca Juga  PKB Resmi Usung Ahmad Ali - Abdul Karim Al Jufri di Pilkada Sulteng

“Kami berharap anggota DPRD yang baru tidak hanya diam melihat situasi ini,” tambah Wahyu.

Selain itu Koordinator lapangan, Haikal, juga menyampaikan peringatan keras terhadap tindakan represif dan arogan oleh oknum aparat, yang dianggap merugikan hak-hak mahasiswa “Apakah kami dianggap hewan? Kami sangat kasihan melihat teman-teman kami diluar sana hanya karena menyuarakan hak rakyat Indonesia mendapatkan tindakan represif dari oknum aparat,” teriak Haikal dalam orasinya.

Tuntutan mahasiswa meluas ke berbagai isu daerah, seperti jaminan pendidikan, pemerataan sarana dan prasarana, penyediaan anggaran beasiswa, serta jaminan lapangan pekerjaan.

Mereka juga meminta agar Perusda lebih aktif dalam pengelolaan hasil bumi di Touna, memberikan prioritas bagi anak daerah untuk bekerja di daerah sendiri, serta mempermudah pengembangan UMKM.

Kedatangan mahasiswa di Kantor DPRD disambut oleh beberapa anggota DPRD terpilih yang berjanji untuk menanggapi dan menindaklanjuti tuntutan serta kekhawatiran yang disampaikan dalam aksi tersebut.