Kapolri Sebut Banyak Polisi Bisa Jadi Panutan, Ada Personil Polda Sulbar

oleh - Views

Jakarta, updateharian.com — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyinggung soal kejujuran dan integritas di Korps Bhayangkara melalui unggahan di akun instagram resminya @kepalakepolisian_ri pada Kamis (4/11).

Dalam unggahan tersebut, jenderal bintang empat tersebut menyebutkan terdapat sejumlah personil kepolisian yang masih layak menjadi teladan. Termasuk diantaranya ada personil polda Sulbar, Brigpol Piether Paembonan, (Sekarang berpangkat, Bripka).

Dulu, saat bertugas di Polres Mamuju, yang saat itu masih dipimpin Kapolres Mamuju, AKBP Eko Wagianto. Piether Paembonan berhasil mendata ratusan anak putus sekolah kemudian dikembalikan ke bangku sekolah.

“Brigadir Piether Paembonan di Mamuju, menyekolahkan 178 anak putus sekolah,” Tulis akun Kapolri, yang dikutip, Jumat, 5 November 2021.

Beberapa potret personel Polri yang layak dijadikan panutan karena memiliki kejujuran & integritas serta mampu memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat melebihi panggilan tugasnya. Mereka diantaranya;
– Aipda Muji di Balikpapan, menemukan tas berisi uang 48 juta kemudian mengembalikan ke pemiliknya tanpa mau menerima imbalan;
– Aiptu Jailani di Gresik, dikenal tegas & anti suap terhadap pelanggar Lalu-Lintas;
– Brigadir Suladi di Malang, lebih memilih jadi pengepul sampah untuk mendapat penghasilan tambahan daripada menerima suap;
– Bripka Ali Nur Suwandi di Yogyakarta, mendirikan rumah singgah, masjid dan pesantren Tahfiz Al-Qur’an gratis bagi anak yatim & Kurang mampu, serta aktif membina pemulung dan keluarga napiter di Yogjakarta.
– Brigadir Piether Paembonan di Mamuju, menyekolahkan 178 anak putus sekolah;
– Aiptu | Nyoman Ardana di Bali, mengumpulkan buku bekas dan membuat program Baca Keliling;
– Bripka Chandra di Musi Bayuasin, membantu mengajar di SDN Kepayang;
– Iptu Khusnul Khotimah di Jakarta, sukarela membantu pemulasaran jenazah Covid-19.

Unggahan Kapolri itu berkaca pada kejadian penemuan cek Rp35,9 miliar oleh seorang petugas kebersihan (cleaning service) di Bandara Soekarno Hatta bernama Halimah yang langsung dikembalikan. Tindakan petugas itu pun diakui Listyo mengingatkan dirinya bahwa betapa berharganya kejujuran dan integritas dalam bekerja.

Dia kemudian menyinggung humor satire yang pernah diungkapkan mantan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama yang juga Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) soal polisi jujur di Indonesia.

Satire itu menyatakan hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Kapolri ke-5 Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso. Pernyataan itu seakan menyiratkan sulitnya mencari polisi jujur di Indonesia.

“Polri sendiri memiliki sosok Jenderal Hoegeng (Kapolri ke-5) yang terkenal dengan kejujuran dan integritasnya dalam bertugas,” ucap Listyo dalam keterangan foto unggahan tersebut.

“Munculnya humor tentang ‘cuma ada 3 Polisi jujur di Indonesia yaitu patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng’ seakan telah melegitimasi bahwa sangat sulit mencari Polisi jujur & berintegritas di negeri kita. Ini menjadi tantangan bagi saya untuk dapat merubah citra Polri di masyarakat. Saya optimis dapat mewujudkan hal tersebut karena saat ini masih banyak personel Polri yang memiliki sikap teladan dan benar-benar menjalankan tugasnya sebagai pengayom rakyat” tambahnya.

“Diluar sana, saya yakin masih banyak sosok figur anggota Polri jujur & berintegritas yang mampu menginspirasi personel lainnya. Polri akan terus berbenah untuk menjadi Polri yg diharapkan dan dicintali masyarakat.” Kunci Kapolri.

Bripka Piether Paembonan ditengah murid SD. ( ft: ist)

(Int/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.