Polisi Ungkap Modus dan Hukuman yang Menanti Empat Tersangka Penipuan Online di Polman

oleh - Views

Polman, updateharian.com — Kapolres Polman AKBP Ardi Sutriono, memastikan akan menjerat pelaku penipuan online yamg mengatas namakan anggota polri. Empat pelaku telah diamankan, dan dimintai keterangan untuk mengusut kasus ini secara tuntas.

Kapolres Polman menjelaskan, kasus tindak pidana penipuan melalui media sosial dengan modus operandi membuat akun facebook palsu menggunakan identitas salah satu anggota Polri telah diungkap.

Pelaku penipuan berinisial KH (25 tahun ), IS (24 tahun ), dan AK (19 tahun) adalah warga Polman. Sementara tersangka lainnya, berinisial PD ( 31 tahun) adalah warga kabupaten Sidrap Sulsel.

AKBP Ardi mengatakan, modus yang dilakukan keempat tersangka untuk memperdaya korbannya yakni Ani (40) warga Desa Kurma dengan cara membuat akun Facebook palsu. mulai dari foto, alamat hingga namanya juga palsu, bahkan untuk meyakinkan korban para pelaku menggunakan identitas salah satu anggota POLRI.

Pelaku utama, KH (25 tahun) membuat akun sosial media Facebook palsu mengatasnamakan anggota Polisi setelah mumbuat akun palsu. KH menyebarluaskan informasi palsu berupa penawaran jual-beli mobil yang faktanya tidak benar-benar adanya.

Setelah korban berkomunikasi dan tertarik membeli mobil tersebut, kemudian korban diminta mentransfer sebanyak Rp.5.000.000 sebagai Uang Muka (DP) dan setelah unit tersebut sampai di tangan korban maka korban diminta melunasinya. Setelah mentransfer DP tersebut, kemudian korban dimintai lagi uang dengan berbagai alasan, bahwa unit mobil tersebut banyak kendala dalam pengiriman. Kemudian korban menuruti permintaannya. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp. 31.000.000 (Tiga Puluh Satu Juta Rupiah).

“Setelah uang itu ditransfer kepada tersangka, baik nomor telepon dan akun FB tidak aktif. Sadar merasa tertipu, korban pun melapor ke kami dan langsung dikembangkan, kami pun berhasil menangkap keempat tersangka” ungkap kapolres Polman.

Atas perbuatannya Polisi menjerat tersangka yang berprofesi sebagai petani ini dengan pasal 45A ayat (1) Juncto pasal 28 ayat (1) undang-undang republik indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang republik indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan/atau pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

“Kami juga menyita barang bukti yang digunakan tersangka seperti 1 buah akun facebook palsu, 1 unit HP Oppo A12, 2 unit HP Nokia 105, 1 unit HP Realme 5i, 1 unit samsung galaxy j2 prime, 1 buah buku rekening BRI a.n ISA, 1 buah kartu ATM BRI, 1 unit hp merek vivo y30, 1 unit hp vivo y83, sejumlah uang tunai Rp. 23.290.000 hasil dari penipuan, 33 kartu perdana axis, 45 kartu perdana telkomsel, 1 unit mesin cuci merek sharp dan 1 unit kompor gas merek rinnai.” pungkas Kapolres Polman, AKBP Ardi Sutriono, S.IK, dalam rilis yang dikirim humas polda sulbar, Senin 27 September 2021.

(Rls/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.