Mantan Anggota Dewan Pendidikan Sulbar Mantapkan Pilihan ke Habsi-Irwan

oleh - Views

Mamuju, updateharian.com — Mantan anggota Dewan Pendidikan Sulbar, Muhammad Yusuf Saleh, memantapkan pilihannya, ke pasangan Habsi Wahid dan Irwan Pababari sebagai Calon Kepala Daerah di Mamuju periode 2020-2025.

Pernyataan dukungan disampaikan dalam laman facebook, Muhammad yusuf Saleh Yos, yang diunggah, senin 19 Oktober 2020. Berikut tulisan di laman tersebut :

Sedikit senyum membaca ulasan di group sebelah tentang anggaran pendidikan, entah anggaran apa itu yang angkanya langsung menukik ke bawah saat pemerintahan Habsi – Irwan. Sebagai mantan Sekda selama dua periode sebelum bupati, tentu pak Habsi sangat paham dengan pengajuan dan tata laksana permohonan bantuan ini.

Tetapi Saya lebih senang melihat hasil dari pada anggaran yang diberikan oleh pusat. Hal ini menunjukkan kemampuan dua pasangan ini mengelola pendidikan yang jauh lebih baik di Mamuju.

Dibawah kepemimpinan Habsi-Irwan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mamuju di bidang Pendidikan, mereka melakukan banyak hal, beberapa di antaranya kami catat sebagai berikut :

1. Telah membangun 5 unit sekolah baru, 2. Telah melakukan pembangunan RKB di 47 sekolah (TK, SD, dan SMP), 3. Pembangunan Kantor dan Ruang Guru di 8 Sekolah, 4. Pembangunan Gedung Laboratorium dan Perpustakaan di 21 Sekolah, 5. Telah melakukan Sertifikasi Guru (PAUD, SD, SMP) sebanyak 4.324 Guru, atau sebanyak 66,43% dari total sebanyak 7.155 Guru. Dan 6. Mengembalikan Siswa Putus Sekolah sebanyak 6.844 siswa, dari 8.254 siswa, dilaksanakan dari tahun 2016 – 2019.

Kegiatan ini mendapatkan penghargaan sebagai peraih rekor MURI. Perjuangan pembangunan di sektor Pendidikan akan tetap menjadi fokus kepemimpinan keduanya di periode ke 2 nanti. Untuk itu Habsi – Irwan tetap melanjutkan dengan kegiatan :

1 Gerakan Kembali ke Sekolah, 2.Beasiswa Mamuju Pintar, 3. Bantuan Peralatan Sekolah ( Baju seragam dan alat tulis ), 4. Bantuan Kuota Pelajar (Bagi siswa belajar dari rumah).

Sekedar mengingatkan bahwa Gerakan Kembali Bersekolah (GKB), merupakan salah satu program Habsi – Irwan di bidang pendidikan. Gerakan ini bertujuan mengembalikan anak anak yang putus sekolah umtuk kembali ke jenjang pendidikan.

Dengan kepedulian yang tinggi akan pendidikan, Habsi- Irwan kemudian merancang suatu program yang kemudian diberinama “Gerakan Kembali Bersekolah”.
Gerakan itu kemudian dikembangkan dan pada awal masa pemerintahan sebagai bupati, Habsi Wahid bersama wakilnya Irwan SP Pababari, mengumpulkan data anak putus sekolah.

Dari data yang diperoleh melalui Disdikpora, angka putus sekolah di Kabupaten Mamuju sejak tahun 2016 sebanyak 9.934. Hasilnya sebanyak 3.376 anak berhasil di sekolahkan kembali dan selebihnya kurang lebih 6.558 juga dikembalikan ke sekolah selama beberapa tahun berjalan. Pada tahun 2018, sekitar 400 anak dikembalikan ke sekolah.

Beberapa program dari rangkaian gerakan kembali bersekolah diluncurkan yakni Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Gerakan Sekolah Bebas Narkoba, Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif dan Gerakan Siswi Menabung Tabungan Haji Sejak Dini.

Penghargaan MURI yang mereka dapatkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Mamuju sebagai daerah yang berhasil melanjutkan dan mengembalikan siswa putus sekolah terbanyak.
Itu adalah salah satu penghargaan yang diterima pada November 2016 lalu.

Sektor pendidkan selama kurang lebih 4 tahun mendapat perhatian serius dari pemerintah kabupaten,sebagaimana yang menjadi visi misi Habsi-Irwan,untuk mencerdaskan generasi bangsa. Mamuju juga telah mencatat kemajuan di berbagai sektor, seperti layanan pendidikan, bisa dikatakan bahwa kabupaten Mamuju menjadi salah satu daerah percontohan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia dalam hal mengembalikan anak putus sekokah yang dicanangkan dalam Gerakan Kembali Bersekolah atau GBK.

Beberapa daerah bahkan menjadikan Kota ini sebagai sumber belajar , studi banding terkait mengembalikan anak putus sekolah, diantaranya yakni Kab. Brebes Jatim, Bondowoso Jatim, dan Bone Sulsel dan sebagainya.

Saya teringat pada Jepang yang habis dilanda perang dunia ke II, Raja hanya bertanya sisa berapa guru yang ada ? Untuk melanjutkan pendidikan di negaranya. Demikian juga dengan India yang dengan sekolah seadanya, namun mampu memberi pendidikan yang baik pada warganya.

Saya masih percaya pada Habsi yang telah dua periode sebagai Sekertaris Daerah, kemudian menjadi Bupati , bersama Irwan Pababari yang juga berpengalaman di DPRD serta menimba ilmu di kota Pelajar Yogyakarta.

Saya memilih Habsi- Irwan yang sudah terbukti mampu meningkatkan pelayanan pendidikan di kabupaten Mamuju Sulawesi Barat.

Muh. Yusuf Saleh
Mantan Anggota Dewan Pendidikan Sulawesi Barat.

(Wl/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.