Jadi Saksi, Andi Dodi Ancam Laporkan Majelis Musyawarah Bawaslu ke DKPP

oleh - Views

Mamuju,updateharian.com — Musyawarah terbuka yang digelar Bawaslu Mamuju, atas laporan pemohon, calon bupati Nomor Urut 1, dengan termohon KPU Mamuju, menghadirkan sejumlah saksi, termasuk saksi pihak terkait.

Namun, kehadiran saksi dicerca pertanyaan yang Dinilai menyudutkan pribadi. Olehnya, majelis Musyawarah dinilai terkesan diskriminasi, dan terkesan menyudutkan.

Saksi para pihak, H. Andi Dodi Hermawan mengaku tidak terima dengan model pertanyaan dari pihak majelis persidangan dalam hal ini Bawaslu kabupaten Mamuju.
“Majelis musyawarah selaku pelaksana persidangan cenderung menyudutkan kami sebagai saksi dengan pertanyaan yang tidak etis, menyudutkan dan menjebak pribadi” ucap Andi Dodi

Aksi memperlihatkan potongan video tanpa ada klarifikasi terlebih dahulu, teks dan konteks kehadiran saksi dalam acara tersebut.

“Hal ini jelas adalah perilaku penyelenggara pemilu yang melanggar kode etik, bisa di putus oleh DKPP dengan pemberhentian tidak hormat,” ucapnya.

Untuk itu, Andi Dodi mengancam akan melaporkan pelanggaran kode etik penyelenggara di Bawaslu Mamuju. Apalagi, dari arah pertanyaan yang terkesan menyudutkan Saksi.

“Saya akan lapor di DKPP terkait pelanggaran kode etik” ancamnya.

Saksi pihak terkait lainnya, Mervi Perasaan meminta agar majelis musyawarah bekerja secara profesional, jujur dan adil. Majelis Musyawarah dalam sidang kali ini dipimpin, Rusdin dan dua anggotanya, Faisal Jumalang, dan Mustika

“Kalau jadi majelis musyawarah harus tau tugasnya apa, bisa profesional, jujur, netral independen dan imparsial” terang Anggota DPRD Mamuju tersebut.

(Wl/***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.