Gempa, BMKG : Warga Diharap Tenang

oleh - Views

Mateng, updateharian.comРGempa bumi dengan pusat gempa  yang terjadi di Mamuju Tengah diharapkan tetap membuat warga tenang. Warga diharapkan tidak terpengaruh dengan isu-isu yang tidak jelas.

Sebab, dari hasil penelusuran, gempa diketahui tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di darat. Warga, hanya diharapkan tetap waspada, jika terdapat material bangunan rumah yang retak.

Berikut rilis yang dikirim Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, ST.,Dipl. Seis., M.Sc. tertanggal 15 September 2020, pukul 02.06 Wita.

*GEMPABUMI TEKTONIK M5,2 MENGGUNCANG MAMUJU TENGAH, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI*

*Kejadian dan Parameter Gempabumi:*
Hari Minggu, 13 September 2020 pukul 23.59.59 WIB wilayah Mamuju Tengah diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M=4,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,06 LS dan 119,30 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada 21 km arah Barat Kota Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada kedalaman 10 km.

*Jenis dan Mekanisme Gempabumi:*
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik ( _thrust fault_ ).

*Dampak Gempabumi:*
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Mamuju IV-V MMI ( *Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun* ), Majene III-IV MMI ( *Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah* ), Polman III MMI ( *Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu* ), Masamba II MMI ( *Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang* ) . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

*Gempabumi Susulan:*
Hingga hari Senin, 14 September 2020 pukul 00.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( _aftershock_ ).

*Rekomendasi:*
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.***

Jakarta, 14 September 2020
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
RAHMAT TRIYONO, ST.,Dipl. Seis., M.Sc.

(Rls/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *